Prof Wawan Wahyuddin

Jejak Syukur di Yabunaya: Milad ke-64 Prof. Wawan dan Ikhtiar BAZNAS Banten Salurkan Rp1 Miliar untuk Kemanusiaan

SERANG — Sore itu, Kamis (1/1/2026), Yayasan Bumi Nusantara Jaya (Yabunaya) menjelma ruang syukur, ruang doa, dan ruang ikhtiar kemanusiaan. Di tengah rimbunnya kelapa kopyor, kolam ikan yang mengapit saung memanjang, serta aneka tanaman yang tumbuh subur, tasyakuran terpilihnya Prof. Dr. H. Wawan Wahyuddin, M.Pd. sebagai Ketua BAZNAS Provinsi Banten digelar bertepatan dengan milad beliau yang ke-64.

Acara dimulai pukul 17.30 WIB, dihadiri keluarga besar Prof. Wawan, seluruh pimpinan BAZNAS Banten, tokoh agama, dan para sahabat perjuangan.


Syukur yang Ditinggikan dalam Zikir dan Doa

Rangkaian acara diawali dengan zikir bersama yang dibuka langsung oleh Prof. Wawan selaku shohibul bait. Dalam pengantarnya, beliau menegaskan bahwa amanah di BAZNAS bukan perkara ringan.

“Tugas di BAZNAS itu sebetulnya berat. Tapi ini tugas yang mulia, karena menyangkut hak umat,” ujarnya dengan penuh ketenangan.

Doa kemudian dipimpin Kyai Suhaimi, memohon keberkahan usia, kepemimpinan, dan seluruh ikhtiar yang akan dijalankan.


Magrib Berkumandang, Syukur Diperjamukan

Tepat saat azan Magrib berkumandang, doa ditutup serentak. Para hadirin kemudian berbuka puasa bersama, dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah. Suasana kebersamaan terasa kental—sederhana, hangat, dan penuh kekeluargaan.


“Kulkas” Ulama Banten: Ilmu yang Mengalir

Usai salat Magrib, acara berlanjut dengan ramah tamah dan sesi “Kulkas” (Kuliah Singkat) yang diisi oleh beberapa ulama Banten.

  • Kyai Aang menekankan pentingnya penyucian jiwa dan harta melalui zakat dengan pendekatan jemput bola.

  • Ustadz Peci Hitam mengingatkan bahwa zakat adalah pembersih rezeki sekaligus perekat solidaritas sosial.

  • Tim Keuangan BAZNAS Banten menegaskan komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana umat.

Sesi ini berlangsung santai namun bernas, mencerminkan tradisi keilmuan yang membumi.


Mahasiswa Aceh Hadir, Dialog Kemanusiaan Menguat

Menjelang akhir acara, beberapa mahasiswa asal Aceh tiba dan bergabung dalam forum. Kehadiran mereka membawa kabar tentang kondisi saudara-saudara di wilayah Sumatera & Aceh yang tengah menghadapi musibah.

Dialog pun mengalir dengan penuh empati. Menanggapi hal tersebut, Prof. Wawan menyampaikan bahwa BAZNAS Provinsi Banten bersama BAZNAS Kabupaten/Kota se-Banten tengah menghimpun bantuan kemanusiaan yang telah mencapai sekitar Rp1 miliar. Bahkan, relawan dari Cilegon dan Tangerang Selatan sudah lebih dahulu diberangkatkan ke lapangan.

“Gerakan zakat harus hadir cepat dan memberi manfaat nyata,” tegas Prof. Wawan.


Yabunaya: Dari Sampah Menjadi Berkah

Dalam salah satu pengantarnya, Prof. Wawan juga memaparkan sekilas profil Yabunaya—ruang hidup yang ia rintis dengan semangat berdikari. Berdiri di atas lahan 2.000 meter persegi, Yabunaya mengembangkan inovasi ‘Wisata Sampah’ yang mampu mengolah belasan ton limbah organik menjadi pupuk berkualitas tanpa bau.

Pupuk tersebut menyuburkan kebun dan kolam yang berisi kelapa kopyor, aneka pisang, singkong, anggur, mangga, pepaya California, serta ikan gurami, nila merah, dan koi. Inovasi ini tengah diproses untuk HAKI dan mendapat perhatian Kementerian Lingkungan Hidup sebagai model edukasi lingkungan.


Malam Ditutup dengan Tekad

Meski agenda formal telah usai, diskusi terus berlanjut dalam suasana santai. Prof. Wawan duduk melingkar bersama mahasiswa Aceh dan peserta lainnya, membahas teknis penyaluran bantuan kemanusiaan.

Di sela-sela itu, Ahsantany dari Media Yabunaya tampak sigap mengabadikan setiap momen.

“Ini bukan sekadar dokumentasi, tapi catatan sejarah,” ujarnya.

Malam ditutup dengan kebersamaan dan tekad yang menguat: bahwa syukur sejati adalah memberi, dan amanah harus dijalankan dengan kerja nyata.

https://wawanwahyuddin.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*