Prof Wawan Wahyuddin

๐Š๐ƒ๐Œ๐ ๐ƒ๐€๐ ๐Š๐„๐๐€๐๐†๐Š๐ˆ๐“๐€๐ ๐ƒ๐„๐’๐€: ๐Œ๐„๐๐„๐†๐”๐‡๐Š๐€๐ ๐Š๐„๐Œ๐๐€๐‹๐ˆ ๐„๐Š๐Ž๐๐Ž๐Œ๐ˆ ๐Š๐„๐‘๐€๐Š๐˜๐€๐“๐€๐ ๐ˆ๐๐ƒ๐Ž๐๐„๐’๐ˆ๐€

๐‘๐ž๐ฃ๐ฎ๐ฏ๐ž๐ง๐š๐ฌ๐ข ๐•๐ข๐ฌ๐ข ๐„๐ค๐จ๐ง๐จ๐ฆ๐ข ๐‡๐š๐ญ๐ญ๐š ๐๐ข ๐„๐ซ๐š ๐Œ๐จ๐๐ž๐ซ๐ง

Prof Wawan Wahyuddin

Prof. Dr. Wawan Wahyuddin, M.Pd
Ketua Baznas Banten

Sejak berdirinya Republik, para pendiri bangsa telah menyadari bahwa kemerdekaan politik tanpa kemandirian ekonomi adalah kerangka tanpa isi. Mohammad Hatta, sang arsitek ekonomi kerakyatan, menegaskan bahwa koperasi adalah satu-satunya wadah yang mampu mengimbangi kekuatan kapitalisme besar dengan cara menghimpun kekuatan rakyat kecil.

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hadir bukan sebagai eksperimen baru, melainkan sebagai rejuvenasi (peremajaan) dari cita-cita tersebut. Di tengah dominasi ekonomi digital yang cenderung tersentralisasi, KDMP menawarkan model ekonomi alternatif yang bersifat desentralistik dan partisipatif, menempatkan desa sebagai subjek, bukan sekadar objek pasar.

๐ƒ๐ž๐ฌ๐š ๐ฌ๐ž๐›๐š๐ ๐š๐ข ๐„๐ฉ๐ข๐ฌ๐ž๐ง๐ญ๐ซ๐ฎ๐ฆ ๐Š๐ž๐ญ๐š๐ก๐š๐ง๐š๐ง ๐๐š๐ฌ๐ข๐จ๐ง๐š๐ฅ

Secara geopolitik dan ekonomi, desa adalah fondasi bagi national resilience (ketahanan nasional). Argumentasi ini didasarkan pada tiga fungsi vital desa:

  • ๐๐ฎ๐Ÿ๐Ÿ๐ž๐ซ ๐™๐จ๐ง๐ž ๐„๐ค๐จ๐ง๐จ๐ฆ๐ข: Desa menjadi penyerap tenaga kerja saat sektor formal di perkotaan mengalami guncangan.
  • ๐Š๐ž๐๐š๐ฎ๐ฅ๐š๐ญ๐š๐ง ๐๐š๐ง๐ ๐š๐ง: Tanpa desa yang produktif, ketergantungan pada impor pangan akan menjadi ancaman kedaulatan.
  • ๐’๐ญ๐š๐›๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐š๐ฌ ๐’๐จ๐ฌ๐ข๐š๐ฅ: Ketimpangan (rasio gini) antara kota dan desa adalah bom waktu sosiologis yang hanya bisa dijinakkan dengan pemerataan kesejahteraan.

KDMP memiliki nilai strategis karena ia berfungsi sebagai agregator. Ia menyatukan skala ekonomi petani kecil sehingga mereka memiliki daya tawar (bargaining power) yang setara dengan korporasi saat berhadapan dengan pasar.

KDMP hadir sebagai penguat ekonomi desa berbasis koperasi modern untuk membangun kemandirian, ketahanan pangan, dan kebangkitan ekonomi kerakyatan Indonesia.

๐Œ๐ž๐ฆ๐›๐ž๐๐š๐ก ๐“๐š๐ง๐ญ๐š๐ง๐ ๐š๐ง: ๐ƒ๐š๐ซ๐ข ๐€๐๐ฆ๐ข๐ง๐ข๐ฌ๐ญ๐ซ๐š๐ฌ๐ข ๐Œ๐ž๐ง๐ฎ๐ฃ๐ฎ ๐’๐ฎ๐›๐ฌ๐ญ๐š๐ง๐ฌ๐ข

Secara objektif, kita harus mengakui bahwa sejarah koperasi di Indonesia diwarnai oleh skeptisisme. Banyak koperasi gagal karena hanya menjadi “koperasi papan nama” yang bergantung pada hibah pemerintah.

Agar KDMP layak menjadi bacaan publik yang dipercaya, kita harus menekankan transisi paradigma:

  • ๐“๐ซ๐š๐ง๐ฌ๐Ÿ๐จ๐ซ๐ฆ๐š๐ฌ๐ข ๐ƒ๐ข๐ ๐ข๐ญ๐š๐ฅ: KDMP harus mengadopsi teknologi manajemen untuk memastikan transparansi arus kas yang dapat dipantau oleh setiap anggota secara real-time.
  • ๐Œ๐ž๐ซ๐ข๐ญ๐จ๐ค๐ซ๐š๐ฌ๐ข ๐๐ž๐ง๐ ๐ž๐ฅ๐จ๐ฅ๐š: Kepengurusan koperasi tidak boleh berdasarkan senioritas atau kedekatan politik, melainkan kompetensi manajerial.
  • ๐Š๐ž๐ฆ๐š๐ง๐๐ข๐ซ๐ข๐š๐ง ๐Œ๐จ๐๐š๐ฅ: Fokus utama KDMP haruslah pada perputaran modal internal melalui produktivitas, bukan ketergantungan kronis pada subsidi.

๐’๐ข๐ง๐ž๐ซ๐ ๐ข ๐Œ๐ฎ๐ฅ๐ญ๐ข๐ฉ๐ข๐ก๐š๐ค: ๐Œ๐ž๐ง๐ ๐ก๐ข๐ง๐๐š๐ซ๐ข ๐Š๐š๐ง๐ข๐›๐š๐ฅ๐ข๐ฌ๐ฆ๐ž ๐„๐ค๐จ๐ง๐จ๐ฆ๐ข

Argumentasi kuat lainnya adalah pentingnya kolaborasi agar tidak terjadi “kanibalisme” antara koperasi dan unit usaha desa lainnya (seperti BUMDes). KDMP harus diposisikan sebagai mitra strategis. Pihak akademisi perlu masuk melalui skema KKN tematik atau riset terapan untuk memecahkan hambatan teknis di lapangan. Tanpa dukungan sains dan manajemen modern, koperasi hanya akan menjadi romantisme masa lalu yang gagal menjawab tantangan global.

๐Œ๐จ๐ฆ๐ž๐ง๐ญ๐ฎ๐ฆ ๐Š๐ž๐›๐š๐ง๐ ๐ค๐ข๐ญ๐š๐ง ๐๐š๐ง ๐‘๐ž๐Ÿ๐ฅ๐ž๐ค๐ฌ๐ข ๐’๐ฉ๐ข๐ซ๐ข๐ญ๐ฎ๐š๐ฅ

Kebangkitan Nasional yang kita peringati setiap tanggal 20 ย Mei tidak boleh hanya menjadi seremoni kenegaraan. Kebangkitan sejati adalah ketika masyarakat desa tidak lagi perlu bermigrasi ke kota hanya untuk bertahan hidup.

Momentum Idul adha yang menekankan pada etika pengorbanan juga memberikan landasan moral bagi pengelola KDMP. Ekonomi kerakyatan pada hakikatnya adalah ekonomi moral; di mana keuntungan finansial harus berjalan beriringan dengan maslahat sosial. Integritas adalah mata uang utama dalam koperasi.

๐Œ๐ž๐ง๐ฎ๐ฃ๐ฎ ๐Š๐ž๐๐š๐ฎ๐ฅ๐š๐ญ๐š๐ง ๐‘๐š๐ค๐ฒ๐š๐ญ

Masa depan ekonomi Indonesia tidak berada di gedung-gedung pencakar langit Jakarta, melainkan di lumbung-lumbung dan pasar-pasar desa yang berdenyut aktif. KDMP adalah instrumen untuk memastikan denyut tersebut tetap sehat.

Jika dikelola dengan prinsip profesionalisme yang teknokratis namun tetap memegang ruh kerakyatan yang ideologis, KDMP akan menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyatnyaโ€”dimulai dari desa.

https://wawanwahyuddin.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*